Refinancing KKB BCA

Refinancing KKB BCA
Jaminkan BPKB Anda dan dapatkan Dana Tunai Anda
Tampilkan postingan dengan label suku bunga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suku bunga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2016

Inilah Suku Bunga KKB BCA bulan Februari 2017

BCA Menjawab Kebutuhan Kredit Mobil Anda!

Nikmati BUNGA SPECIAL KKB 3.08% + NO Provisi

Bunga 3 Tahun 3.60%! Spesial Rate!

Bunga Rendah Belum Tentu Murah!
Pilihlah dengan cerdas!
Cermati dan Bandingkan Hitungan Keseluruhannya!

Berikut suku Bunga KKB BCA

Mobil Baru.    Refinancing/Mobil Bekas*


1thn: 3.08%    4.08%

2thn: 3.88%    4.88%

3thn: 3.60%    5.18%

4thn: 4.48%    5.48%

5thn: 5.60%

Provisi 0%.      Provisi 0,5%

Dapatkan perbandingan perhitungan kredit mobil dari KKB sebelum Anda menentukan keputusan!
Informasi lebih detil hubungi dan kunjungi cabang BCA terdekat di kota Anda.

*syarat dan ketentuan berlaku

Salam KKB BCA

Sabtu, 30 April 2016

Update Informasi Suku Bunga KKB BCA Mei 2016

Periode Mei 2016

1 tahun 3.55%
2 tahun 4.15%
3 tahun 4.35%
4 tahun 4.65%
5 tahun 7.00%

Provisi: 0%

Informasi lebih detil silahkan kunjungi

KCU / KCP Kanwil X Jakarta

Atau team Marketing Representative KKB BCA Kanwil X Jakarta

Semoga kami senantiasa menjadi produk pilihan pembiayaan Kendaraan terbaik Anda.

Selamat beraktifitas dan salam KKB BCA.

Rabu, 02 Maret 2016

Suku Bunga KKB BCA Maret 2016


Dalam rangka memeriahkan HUT BCA ke-59, KKB BCA menawarkan bunga SPECIAL bagi nasabah BCA sbb:

Mobil Baru :
· Tenor 1 th : 3,75%
· Tenor 2 th : 4,25%
· Tenor 3 th : 4,45%
· Tenor 4 th : 4,75%

Miliki mobil impian Anda bersama KKB BCA. Promo ini berlaku khusus pengajuan aplikasi (aplikasi IN) di bulan Maret 2016. Jangan lewatkan kesempatan emas ini! Ayo segera kunjungi cabang BCA terdekat!!

Penawaran Terbatas!

Hanya berlaku di bulan Maret 2016.

Salam KKB BCA

Senin, 28 Desember 2015

INILAH SUKU BUNGA KKB BCA PERIODE DESEMBER 2015

BCA senantiasa di sisi Anda, solusi Nasabah menjadi prioritas. Lebih dari belasan tahun KKB BCA berprinsip sebagai produk pembiayaan Customer Driven / mengutamakan pelayanan pricing kompetitif ke Nasabah / rate bersaing.

Berikut kami Update  Suku Bunga KKB BCA Periode Desember 2015:

Mobil Penumpang – kondisi Baru*

Tenor 1 tahun: 3.99%

Tenor 2 tahun: 4.49%

Tenor 3 tahun: 4.69%

Tenor 4 tahun: 4.99%

Mobil Penumpang – kondisi bekas*

Tenor 1 tahun: 4.99%

Tenor 2 tahun: 5.49%

Tenor 3 tahun: 5.69%

Tenor 4 tahun: 5.99%

Tenor KKB:

-          Reguler: 1 sd 4 tahun

-          Fix N Cap: 5 sd 6 tahun

KKB BCA memberikan solusi pembiayaan untuk:

-          Mobil Penumpang (SUV,MPV, Sedan) Baru dan Bekas

-          Mobil Pick Up

-          Mobil Truck

-          Refinancing (Jaminan BPKB)

-          COP (Car Ownership Program)

Note*: Syarat dan ketentuan berlaku – diawasi oleh OJK

Untuk keterangan lebih lanjut / perhitungan kredit apabila Anda tinggal di JABOTABEK, silahkan hubungi team personal kami di:

Team CMO KKB Jakarta

Apabila Anda tinggal di kota Jakarta dan sekitarnya silahkan kunjungi cabang BCA di bawah ini:

KCU BCA - Jakarta

Semoga informasi ini bermanfaat dan kami diperkenankan untuk membantu proses layanan kredit kendaraan Anda sesuai kebutuhan yang dikehendaki.

 

Salam KKB BCA

Mohon Like FB KKB BCA

Terima Kasih

 

Senin, 02 Februari 2015

PROMO SUKU BUNGA KKB BCA' FEB 2015

Hot News ~ Bunga KKB BCA Turun.
*Khusus Mobil Baru.
1th  3.99%
2th  4.49%
3th  4.69%
4th  4.99%
5th  7.00%
5th fix 5.99% cap 7.19%
6th fix 6.49% cap 7.39%
Provisi 0%
Berlaku tgl 3 sd 27 Feb 2015.

Segera dapatkan tawaran spesial ini di Cabang BCA atau hubungi marketing representatif / CMO kami.

Admin

Kamis, 29 Januari 2015

BCA bidik bisnis konsumer 15%-20%

2122893651p

 

JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memproyeksikan penyaluran kredit konsumer tidak gencar pada kuartal I/2015. Henry Koenaifi, Direktur Konsumer BCA, mengatakan, permintaan kredit rumah, kendaraan bermotor atau kartu kredit relatif rendah pasca Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, karena konsumsi masyarakat sudah tinggi pada tahun lalu.

"Awal tahun kredit konsumer rendah, namun kami optimistis secara keseluruhan kredit konsumer akan tumbuh 10%-15% di tahun ini," katanya, Senin (5/1). Adapun, kredit konsumer itu terdiri dari pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 10%-15%, kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 5%-10%, dan kartu kredit (KK) tumbuh 15%-20%.
Selain itu, "Setelah penurunan bunga KPR pada akhir tahun lalu, mulai terasa ada pertumbuhan di kredit properti, seperti incoming application tumbuh 20%," ujarnya. Henry menambahkan, permintaan KPR rata-rata untuk rumah dengan harga Rp 1 miliar- Rp 2 miliar. Selanjutnya, untuk meningkatkan pertumbuhan KPR, BCA belum ada rencana memangkas bunga KPR lagi.

Pada kesempatan yang sama, Santoso, Senior General Manager Kartu Kredit BCA, memprediksi, bisnis alat bayar menggunakan kartu ini akan tumbuh 15%-20% untuk volume dan nilai kartu kredit. Sedangkan jumlah kartu hanya tumbuh 5%, karena pembatasan kepemilikan jumlah kartu kredit. "Jumlah kartu kredit BCA mencapai 2,25 juta kartu," kata Santoso.

Sumber: Kontan

Kamis, 22 Januari 2015

Suku Bunga KKB BCA – Januari 2015

Nikmatilah kemudahan Kredit kendaraan Anda melalui KKB BCA.

 

Segera Kunjungi Cabang BCA Terdekat di kota Anda:

 

referensi cabang BCA @Jakarta:

http://kkb4bca.blogspot.com/2015/01/rangking-kcu-kcp-bca-dengan-layanan.html

 

 

10429367_782726021805304_7673866170554444168_n

 

KKB BCA, Solusi kredit kendaraan Anda

Senin, 02 Desember 2013

Harga Mobil Bakal Naik

harga-mobil-naik-terus1

INILAH.COM, Harga mobil berbagai merek kemungkinan besar akan naik tahun 2014. Itu terjadi karena pelemahan rupiah dan naiknya suku bunga acuan, BI rate.

Sinyal kenaikan disampaikan Direktur PT Astra International Tbk, Sudirman M.R. “Pelemahan rupiah bisa mendorong kami menaikkan harga kendaraan,” kata Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) ini.

Asal tahu saja, saat ini rupiah terus tertekan terhadap dolar AS dan akan berlangsung hingga tahun depan. Di sisi lain, BI rate sudah naik menjadi 7,5%. Kenaikan BI rate ini telah mendorong suku bunga kredit atau pinjaman ikut-ikutan naik.

Itulah sebabnya, penjualan mobil tahun depan diperkirakan statis. Gaikindo memperkirakan, penjualan mobil sampai akhir tahun 2013 mencapai 1,2 juta unit. Tahun 2012, penjualan mobil sebanyak 1.116.230 unit.

Sekadar informasi, hingga Oktober 2013 penjualan mobil sudah mencapai 1.020.389 unit. Penjualan pada Oktober mencapai 112.038 unit. Angka itu naik dari penjualan periode sama tahun lalu sebanyak 106.754 unit.

PT Toyota Astra Motor memberikan sumbangan terbesar dalam penjualan Oktober. Merek Jepang tersebut menjual 39.246 unit dan menduduki peringkat pertama dalam penjualan.

PT Astra Daihatsu Motor menduduki peringkat kedua dengan penjualan sebanyak 20.445 unit. Sedangkan Mitsubishi Motor Company menjual sebanyak 15.216 unit.

Namun, tahun 2015 pasar mobil diperkirakan kembali bergairah. Menurut Sekretaris Umum Gaikindo, Nurdjianto, permintaan mobil di Indonesia, termasuk mobil murah, bakal mencapai 1,7 juta unit.

Nurdjianto menunjuk lima agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang sudah merealisasikan investasinya sejak dua tahun lalu. Salah satunya PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang sudah mengoperasikan pabrik barunya pada April 2013. Selain ADM, empat ATPM sudah merealisasikan investasi, yaitu PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Honda Prospect Motor, PT Suzuki Indomobil, dan PT Nissan Motor Indonesia.

Total investasi tambahan dari lima ATPM ini mencapai US$ 2,3 miliar. Dengan investasi ini, akan ada tambahan volume produksi 630.000 unit. Sehingga, pada 2015, total kapasitas produksi mobil di Indonesia 1,86 juta unit. (lat)

Rabu, 04 September 2013

Industri Otomotif Tetap Pede

971673_488268674584375_483390461_n suku-bunga-kredit-ilustras-_130219075149-280 1013489_486889078055668_83066350_n 1292686017_147870672_1-Gambar--pusat-mobil-cbu

Industri otomotif merupakan salah satu sektor yang rentan terhadap pergerakan suku bunga karena kebanyakan konsumen membeli kendaraan bermotor secara kredit. Bagaimana industri ini menyikapi kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) dari 6,5 persen menjadi 7 persen?
“Suku bunga acuan dari BI naik, kami akan menaikkan bunga kredit juga. Juli maunya sudah mulai naik, tetapi karena harga kebutuhan pokok juga naik, rasanya gimana gitu,” kata Jodjana Jody, Presiden Direktur Astra Credit Company, perusahaan pembiayaan yang fokus pada otomotif.
Kenaikan bunga, lanjut Jody, akan sekitar 0,5 persen. Soal eksekusinya, dia mengatakan masih menunggu waktu yang tepat. Meski ada kenaikan bunga, Jody optimistis sektor otomotif tetap mampu tumbuh. “Kenaikan itu tidak akan mengerem pertumbuhan otomotif,” ujarnya.
Jody yakin target perusahaannya untuk mencetak pertumbuhan pembiayaan sebesar Rp 24 triliun pada tahun ini bisa tercapai. Target tersebut tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu, dalam sebulan penyaluran kredit sekitar Rp 2 triliun tetapi tahun ini bisa Rp 2,2-2,3 triliun. Jadi bisa tercapai lah,” kata Jody.
Johnny Darmawan, Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mengatakan saat ini industri otomotif tengah diterpa cukup banyak sentimen negatif. Mulai dari kenaikan suku bunga, kenaikan uang muka, kenaikan harga bahan bakar minyak, pelemahan rupiah, dan sebagainya.
Namun, Johnny optimistis pasar mobil tidak akan surut. “Mobil ini akan terus naik selama public transportation tidak berjalan benar dan keamanan di jalan tidak ada. Jadi orang lebih baik beli mobil,” katanya.
Menurut Johnny, meski didera berbagai cobaan sektor otomotif tetap bisa tumbuh selama transportasi publik belum dibenahi. Oleh karena itu, Johnny optimistis target penjualan mobil 2013 yang sebesar 1,1 juta unit dapat tercapai. Hingga Juli, Gakindo mencatat penjualan mobil sebanyak 714.400 unit.
Mengenai harga, Johnny yang juga merupakan Presiden Direktur Toyota Astra Motor menyatakan saat ini tidak mudah untuk memutuskan kenaikan harga. “Kalau dulu gampang saja, ada kenaikan sedikit langsung didorong ke harga pasar. Sekarang tidak bisa karena persaingan cukup ketat,” katanya.
Produsen, tambah Johnny, biasanya sebisa mungkin menghindari kenaikan harga dengan melakukan efisiensi. “Berapa kenaikan cost dikurangi cost reduction, kalau tidak kuat baru di-pass on. Jadi jangan heran kenaikan harga mobil sekarang tidak sedrastis dulu,” jelasnya

Sumber: detik.com

Kamis, 15 Agustus 2013

BCA Waspadai Pelambatan Kredit Konsumtif

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- PT Bank Central Asia (BCA) Tbk mewaspadai pelambatan kredit konsumsi pada kuartal tiga tahun ini. Pelambatan ini disebabkan oleh inflasi yang diperkirakan meninggi pada kuartal III tahun ini. Jahja Setiadmadja, Presiden Direktur BCA, mengatakan pelambatan ini membuat pertumbuhan kredit perseroan dikisaran 10-12 persen pada kuartal III 2013. "Saya perkirakan tumbuh 10-12 persen dan pengaruhnya adalah kredit konsumsi yang akan melambat pada tahun ini, jadi tumbuhnya gak seperti semester 1," kata Jahja di Jakarta, Senin (29/7/2013). Jahja mengatakan penurunan akan dialami kredit konsumsi. Terutama untuk Kredit Pemilikan Rakyat (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Sehingga pertumbuhan kredit perseroan akan berpegangan kepada kredit korporasi dan UMKM. "KPR akan menurun, ga mungkin capai 50 persen pada tahun ini dan diperkirakan capai 25 persen pada tahun ini, KKB juga akan menurun menjadi 18-20 persen, dua sektor itu yang buat pelemahan kredit," katanya. Inflasi disebabkan oleh kenaikan harga BBM dan kenaikan bunga kredit KPR dan KKB selepas kenaikan BI rate. Kenaikan inflasi juga diakibatkan oleh kenaikan harga yang mengikuti asumsi inflasi pasca Bulan Ramadhan. Kondisi ini berbalik dengan kenaikan kredit konsumer sebesar 30,7 persen atau mencapai Rp 78,4 triliun pada Semester 1 2013 ketimbang Semester 1 2012. KPR dan KKB Bank BCA alami kenaikan 32,8 dan 29,6 persen dengan mencapai Rp 48,5 triliun dan Rp 23,4 triliun pada Semester 1 2013. Sedngkan, Kredit komersial dan UKM menaik 24,6 persen menjadi Rp 110,5 triliun. Sedangkan kredit korporasi tercatat sebesar Rp 91,5 triliun atau naik 18,4 persen pada Semester 1 2013. Dengan predikisi itu, ia mengatakan kredit BBCA hanya tumbuh 18-20 persen pada tahun ini. Capaian itu berbanding jauh dengan kredit BBCA pada tahun lalu yang tumbuh dikisaran 20 hingga 30 persen.

Bunga Kredit Rumah-Mobil Naik

JAKARTA- Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate secara berturut-turut langsung direspons perbankan. Beberapa bank besar pun berancang-ancang dan bahkan telah menaikkan bunga kreditnya. Kenaikannya dijaga di kisaran 0,25 hingga 0,5 persen. Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Henry Koenaifi menjelaskan, sejak awal Juli ini, KPR (kredit pemilikan rumah) BCA telah efektif menerapkan kenaikan bunga sebesar 0,5 persen. “Jadi untuk bunga KPR dengan tenor 2-3 tahun yang sebelumnya dipatok bunga 7,5 persen, kini naik 8 persen,” ungkapnya. Sementara untuk bunga kredit kendaraan bermotor (KKB), BCA memilih kenaikan tipis sekitar 0,25-0,3 persen. “Kalau KKB itu flat. Jadi kenaikannya tipis. Dan kalaupun ada faktor kenaikan harga BBM, belum berdampak terlalu besar,” jelasnya. Sementara itu, Consumer Lending Head CIMB Niaga Tony Tardjo mengatakan, pihaknya lekas mengkaji kebijakan otoritas moneter yang menaikkan suku bunga acuan di level 6,5 persen. “Internally sedang kami review. Apa action ke depan yang harus dilakukan CIMB,” ungkapnya. Terkait peluang kenaikan bunga KPR dan bunga KKB, ia tak menampik kebijakan tersebut bakal diambil oleh CIMB. Akan tetapi, pihaknya masih akan tetap melihat bagaimana langkah kompetitor, dan pergerakan bank-bank lainnya dalam merespons kenaikan BI Rate. “Ada kemungkinan kenaikan juga. Kami masih benar-benar me-review. Minggu depan akan kami umumkan,” paparnya. Namun ia memerinci, kalaupun ada kenaikan bunga kredit, pihaknya memastikan tidak akan terjadi pada nasabah lama kredit otomotif. Hal ini lantaran bunga KKB yang diberikan kepada customer adalah fixed. Sedangkan untuk nasabah lama KPR menerima suku bunga tidak tetap atau floating. “Jadi kalau untuk KPR akan kami sesuaikan dua-duanya (bunga lama dan baru). Kalau auto (KKB) tidak bisa,” terangnya. (gal/sof/jpnn)