Refinancing KKB BCA

Refinancing KKB BCA
Jaminkan BPKB Anda dan dapatkan Dana Tunai Anda

Selasa, 25 September 2012

Meneropong Tren Mobil Masa Depan dari IIMS 2012

Selain Murah, Harus Irit

The 20th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 resmi dibuka Wakil Presiden RI Boediono pekan lalu (21/9) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pada pameran mobil tahunan terbesar di Indonesia itulah, tren kendaraan di masa datang bisa diramalkan. Di antara deretan ratusan mobil yang menjadi pusat perhatian pengunjung, terlihat bahwa mobil ukuran kecil (kompak) dan berbahan bakar irit kini menjadi idaman.

---

TENTANG tren baru yang menggeser dominasi bertahun-tahun mobil keluarga (multipurpose vehicle/MPV) tersebut, Jessada Thongpak punya jawaban. Analis otomotif senior dari lembaga peneliti IHS Automotive yang berbasis di Bangkok itu menyebutkan, populasi mobil di Indonesia terendah jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. ''Tahun ini saja, densitas atau perbandingan antara jumlah mobil dan populasi penduduk di Indonesia hanya 45 orang per 1.000 penduduk atau 1 mobil untuk 22 orang," ungkapnya ketika menjadi pembicara di The 7th Indonesia International Automotive Conference di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (24/9).

Dia menambahkan, dua tahun ke depan (2014), pasokan impor CBU kompak dari Thailand diperkirakan berangsur turun. "Pasalnya, produksi domestik LCGC akan meningkat. Bahkan, proyek LCGC ini akan mendongkrak total pasar mobil penumpang sampai 200.000 unit mulai 2014," beber Jessada.

Hingga kini, total produksi mobil di Indonesia masih didominasi segmen B, termasuk MPV kecil, yaitu sampai 80 persen. ''Mulai 2015 dan selanjutnya, volume produksi mobil penumpang akan melebihi penjualan domestik karena sebagian akan diekspor ke luar,'' lanjutnya. Masaki Honda, analis lain dari Frost and Sullivan, menambahkan, pada 2015 rata-rata pendapatan per kapita (PDB) Indonesia diprediksi USD 5.465, naik daripada saat ini USD 3.600. Bahkan, pada 2025, PDB penduduk Indonesia bisa menembus USD 17.000 dengan jumlah penduduk 270,53 juta jiwa. "Pada tahun ini, pasar otomotif Indonesia akan bergeser dari sepeda motor ke mobil penumpang yang memaksa pabrik harus meningkatkan kapasitas produksi," beber Honda.

Dia menambahkan, mobil untuk konsumen pertama di Indonesia masih akan didominasi model-model favorit, seperti MPV-7 penumpang dan mobil kompak lain. Selain itu, mobil-mobil mewah makin lama akan semakin terjangkau karena daya beli terus meningkat. "Sementara itu, konsumen yang beli mobil kedua dan ketiga akan memuaskan dirinya dengan mobil ukuran lebih kecil," ungkap Honda.

Chief Executive Officer (CEO) Auto 2000 Jodjana Jody meyakini mobil kolaborasi TAM dan ADM (Astra Daihatsu Motor) Ayla dan Agya bakal menghebohkan dunia otomotif tanah air. Dia mengungkapkan, bahan bakar mobil ekonomis dan green car itu efisien. Terbukti, berdasar hasil uji pabrikan, 1 liter dapat menempuh 21 kilometer. Harga, kata dia, belum bisa dipublikasikan. Sebab, mereka menunggu kebijakan pemerintah tentang insentif untuk mobil murah dan ramah lingkungan. "Segmen yang kami sasar adalah pemilik pertama. Sebab, harga di bawah Toyota Avanza," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT TC Subaru Glenn Tan menilai, konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil dengan kapasitas muat yang besar daripada sedan. ''Karena itulah, kami membuat versi completely knocked down (CKD) dari Subaru XV. Produksi masal di pabrik Malaysia terlihat menjanjikan,'' terangnya setelah launching tiga produk Subaru di IIMS Jakarta Kamis lalu (20/9).

Karena masalah infrastruktur, Sutrisno menyatakan, Subaru telah menyiapkan lahan 5 ribu hektare di daerah Cakung, Jakarta Timur. Lahan tersebut bakal digunakan untuk fasilitas gudang spare part, pelatihan teknisi mesin, dan gudang penyimpanan mobil. ''Kami ingin memperkuat layanan after sales. Karena tentu saja hal itu juga menjadi salah satu perhatian konsumen di Indonesia,'' terangnya.

Upaya lain yang dilakukan Subaru, lanjut Sutrisno, adalah menambah titik penjualan di sekitar Indonesia. Saat ini, Subaru punya 17 titik penjualan yang tersebar di daerah Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Tujuh di antaranya cabang dan sisanya diler. ''Kami bakal tambah menjadi 22 titik. Salah satunya adalah menambah sub-branch Subaru di Malang,'' katanya.

Bagaimana sikap pemerintah? Saat membuka IIMS ke-20, Wakil Presiden RI Boediono menegaskan, pemerintah berkomitmen mendorong agen tunggal pemegang merek (ATPM) untuk memproduksi mobil hibrida dengan harga jual yang terjangkau. Insentifnya pun sudah dipersiapkan. "Dukungan ini terutama pada mobil hibrida bukan yang mewah, tapi (yang) kapasitas mesinnya rendah dan terjangkau untuk rakyat. BBM sudah mulai naik, makin mahal, makin membebani keuangan kita, juga makin kotor (pencemaran udara)," ujar Wapres.

Selain mobil hibrida murah, pemerintah Indonesia mendorong penggunaan gas pada sektor transportasi dan manufaktur di Indonesia. Dalam dua tahun ke depan, pemanfaatan gas diharapkan bisa ditingkatkan lagi.

Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi mengatakan, industri otomotif nasional pada dasarnya mendukung penuh upaya pemerintah dalam mendorong pemanfaatan gas, baik untuk manufaktur maupun konsumsi pengganti BBM. "Teknologinya sudah ada, tapi perlu persiapan infrastruktur. Termasuk pipa penyalur maupun pasokan gasnya. Saya pernah upgrade lini pengecatan di pabrik Sunter. Tapi, ketika sudah jadi, tidak dapat pasokan gas, jadinya double investment," beber Sudirman. (dio/bil/c6/kim)

Sumber: Jawa Pos, tgl 25/9/12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar